~ Nahdia ~

dandelion

Gadis cilik bermata bulat itu tersenyum padaku. Jilbabnya bertengger tak keruan di kepalnya. Berhelai – helai rambut jatuh di keningnya. Tangan mungil itu sibuk menarik – narik tas sekolahnya. “Mau main” ujarnya. “Mau main apa Nahdia?” ujarku sambil melongok dari balik komputer. Nahdia berjalan mendekatiku, menyentuhkan tangannya di atas mouse yang sedang ku genggam. “Nahdia mau main apa?” Tanyaku lagi sambil membenahi rambutnya yang keluar dari jilbabnya. “Pizzzaaaaa..” Ujarnya manja. “Sebentar ya.. ibu beresin dulu kerjaan ibu yaa…”. Tangannya terus menggapai – gapai mouse tidak mau berhenti. “Ya sudah sini” Aku bimbing tangannya untuk meng-close file – file yang sedang ku kerjakan. Setelah itu ku biarkan Nahdia bermain dengan komputerku. Sesekali Nahdia bertanya “Gimanaaaaa”  kalo komputernya ngadat.

Pagi itu aku kebagian jadwal piket ekstra kurikuler menggambar. Kak Abeng, memberikan instruksi di depan kelas. Waktu itu tema gambarnya adalah laut. Dengan beralas tikar dan karpet, anak – anak asyik duduk sambil menggambar cumi – cumi, kepiting, ikan, rumput laut, buih, pasir dan batu karang. Aku dan bu Yusi duduk di belakang anak – anak, melihat mereka asik mencorat – coret buku gambar dengan spidol hitam. Setelah semua gambar lengkap, saatnya mewarnai dengan crayon. Ini bagian yang paling aku sukai. Nahdia asyik mewarnai ikan – ikan yang bersembunyi di balik rumput laut. “Sekarang ayo lihat nih, Kak Abeng pegang crayon warna apa?” tanya Kak Abeng. “hijauuuu” jawab anak – anak. “Coba angkat crayon warna hijaunya, samakan dengan warna crayon Kak Abeng”. Anak – anak mengangkat crayon hijaunya. “Ayo kita beri warna hijau untuk rumput lautnya” ujar Kak Abeng sambil mewarnai gambar rumput laut pada kertas gambar yang menempel di papan tulis. Nahdia mulai mewarnai rumput laut gajah yang dia buat hihi.. Tangan kanannya bergerak kesana kemari mewarnai rumput laut. Selang beberapa menit, diopernya crayon hijau itu ke tangan kirinya dan mulai mewarnai.

“Bu Yusi, Nahdia bisa nulis pake tangan kiri dan kanannya ya bu?” tanyaku keheranan. “Iya, kalo dikelas juga gitu bu.. Kalo udah cape nulis pake tangan kiri ya ganti pake tangan kanannya” cerita Bu Yusi. “Ooo…”. “Nahdia ini anaknya cerdas, mau berbagi sama temennya, cuman pengucapan bahasanya masih kurang belum bisa bicara satu kalimat utuh”.

Siang itu Nahdia belum di jemput oleh ayahnya. Lagi, masuk ke kantor tempatku bekerja. “Mau main pizzaaaa…”. Jiaahh.. kerjaan ku belom kelar, harus segera di amankan! “Nahdia, Nahdia coba lihat nih ibu punya apa?” aku coba untuk mengalihkan perhatiannya. “Njuuussss..” jawabnya. “Betul sekali, ini jus strawberi, Nahdia mau?” Nahdia menganggukkan kepalanya. Akhirnya jus yang  sudah ku minum sedikit aku kasih ke Nahdia “Minumnya duduk yaa…” Nahdia duduk dengan manisnya di sofa. Wah! harus segera di save n langsung d close nih kerjaannya. “Tau nggak Nahdia strawberi warnanya apa?” Nahdia memainkan matanya mungkin lagi mikir kali ya… “merrraaah” jawabnya sambil kembali berjalan menuju mejaku. Fiuh… dah beres. Kali  ini kami bermain bersama, Fun Coocking Game hihihi… saking serunya gak nyadar kalau ayahnya menyusul ke kantor. “Nahdia ayo pulang..” ajak ayahnya. Nahdia turun dari kursinya kemudian menghampiri sang ayah. “Maaf ya Bu, merepotkan”. “Nggak papa kok Pak” jawabku hehehe… “Ayah jus stobei” pinta Nahdia sambil menunjuk jus milikku. Hehe.. jadi nggak enakan. “Iya nanti kita beli di luarya… mari ibu… Assalaamu’alaikum”. “Wa’alaikumsalam Pak”.

Dihari yang lain komputerku tengah di pakai oleh Bu Titi, Kepala Sekolah TK IT Sabilul Huda. “Waah… ada Nahdiaaa…” teriak Bu Titi. Karena sering aku bolehin main komputer sepulang sekolah, Nahdia jadi sering mampir ke kantor kalau belum di jemput oleh ayahnya. Ayahnya adalah seorang dosen di sebuah universitas, kalau ayahnya tidak bisa menjemput biasanya mahasiswanya yang diminta menjemput hehe… “Nahdia, Nahdiaaa… hayo hayoo mau kemana” ujarku sambil menangkap tubuh gempalnya tepat saat masuk ke ruangn. “Mau main…” “Nanti yaa mainnya Bu Guru sedang bekerja, tunggu ayah di luar saja yuk. Kita main di luar…” . Nahdia hanya mengeleng – gelengkan kepalanya. Haiyyyah… gimana ya,, setelah dibujuk – bujuk ngak mau juga ternyata. Untungnya Bu Yusi datang kekantor. “Ayo Nahdia, ayahnya sudah datang, sudah yuuk,,, nanti kalau pulang sekolah nunggunya di atas aja ya… sama bu Yusi… jangan disini. Disini itu tempatnya Bu Guru buat bekerja” Nahdia langsung menggandeng tangan Bu Yusi dan melangkah keluar. Fiuh…

“Anak – anak itu memang senang bermain, tapi bukan berarti kita membiarkan mereka bermain di sini. Nanti malah jadi kebiasaan. Anak – anak akan berfikir kalau kantor ini adalah tempat bermain”. “Ohh… gitu ya Bu”. “Iya Fan,kalaupun mau melarang mesti dialihkan ke yang lain. Kalau cuman bilang jangan main di sini yaaa.. besok juga akan balik lagi”.Okeh deh Bu…

Kangen ama bocah – bocah di TKIT Sabilul Huda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s