Deadliners

Deadliner #1 dari bumi parahyangan

tangkubanprahu2

Pemuda berwajah tampan itu berdiri memandangi bendungan sungai Citarum yang hampir selesai. Peluh membanjiri tubuhnya yang tegap, perhau yang tengah di selesaikannya pun sebentar lagi rampung. Sorot matanya yang tajam memancarkan gelora semangat berapi – api.

X : jika ingin menikahiku, buatkan aku sebuah perahu dan telaga dalam SEMALAM

Y : baiklah akan ku lakukan apapun permintaanmu

Apatah dikata, semburat cahaya mentari membuat para dedhemit yang membantu pekerjaan Sangkuriang lari tunggang langgang kembali kedimensinya masing- masing. Kemarahan Sangkuriang meluap! Bendungan sungai Citarum pun dijebolnya dan perahu yang ia selesaikan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

Deadliner #2 dari tanah jawa

prambanan12

Bandung Bondowoso memenangkan perang mengalahkan seorang Raja yang berkuasa saat itu, Raja Baka. Raja Baka memiliki putri yang sangat cantik. Kecantikannya benar – benar mempesona Bandung Bondowoso. Loro Jonggrang merasa ketakutan, kerajaan ayahnya telah jatuh dalam kekuasaan Pengging dan ia bukan lagi orang yang merdeka. Ia akan mau menerima pinangan pendekar itu bila 1.000 candi ditegakkan dalam SATU MALAM.

Bandung Bondowoso setuju.

Lagi, kisah ini berakhir dengan datangnya fajar dan candi yang di bangun pun belum rampung.

Deadliner #3 dari bumi ganesha

“Fan, tau nggak?”

“Apa?” ujarku sambil memainkan Hp

“Makalah presentasi teknologi ekofarming dikumpulin paling telat MALAM INI JAM 00.00” ujar Syifa dengan wajah datarnya

a-0121 “WHAT! Serius? Kok aku nggak tau sih? Emang kapan di umuminnya?” Jawabku kaget setengah mati dan syifa Cuma tersenyum.

Jadi, seminggu yang lalu pengumuman itu diedarkan di kelas lewat tulisan. Rupanya kertas pengumuman itu tidak sampai ke tangan ku ataupun Syifa. Dan minggu kemarin kawan sekelompok yang hadir kuliah hanya aku dan Syifa, Cg sakit, Anni dan Ani nggak masuk. Jelas! Nggak ada yang tahu info kayak gini.

Kami bukanlah Sangkuriang ataupun Bandung Bondowoso yang bisa memanggil para dedhemit untuk membantu tugas mereka. Hingga pada akhirnya aku, Ani, dan Syifa mengerjakan makalah dikosanku berhubung ada internet jadi lebih mudah.

Bukan fajar yang menghentikan kerja kami menjadi tragedi yang menjadi buah bibir menjelang tidur. Tapi jam yang menunjukkan pukul 00.00 lah yang mengharuskan kami untuk mengirimkan makalah  itu via email. Tapi kerja belum usai, belum apa – apa (naon seeh…) makalah yang belum rampung itu akhirnya kami selesaikan dengan sisa energi yang masih ada meski sudah lewat dari jam 00.00. Dan akhirnyaaaa…. ! SELESAI jam 6.30

Yang membedakan kami dengan para ksatria dari bumi parahyangan ataupun tanah jawa adalah setidaknya makalah kami masih bisa diterima oleh pengumpul tugas

a-024

2 responses to “Deadliners

  1. Hehe… Seru nampaknya…
    Ada buku yg cukup bagus nih bwt dibaca, buku ‘Motivasi Dosis Tinggi’
    Judulnya ‘Deadline Your Life!’ karangan Solichin Abu Izzudin.
    -ingat mati agar hidupmu lebih berarti-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s