kerajaan Indramayu ???

Dunia ini panggung sandiwara

Ceritanya mudah berubah

(Alm. Nike Ardila)

Panggung politik selalu ramai menjelang pergantian kepemimpinan (ato jabatan ya?). Ada orang – orang yang memang serius ingin membangun negeri ini dengan bermain di panggung politik. Ada juga yang ingin mengais prestise dengan menjadi aktor politik. Ada yang menjadikan panggung ini sebagai sumber mata pencaharian. Ada lagi yang Cuma mo nampang doang biar keliatan keren. Terlalu kompleks jika membicarakan keinginan. Semuanyaaaa diingini. Segala cara dilakukan yang penting keinginan itu tercapai.

Seiring berjalannya waktu kepemimpinan Bupati Indramayu akan bergulir. Mau tak mau jabatan sebagai Bupati Indramayu selama 2 kali kepengurusan harus diestafetkan pada yang lain. Tapi… tampaknya beliau masih belum rela melepas kerja yang belum tuntas itu. Hingga pada akhirnya sang istri pun ikut menjadi aktris dalam pangung perpolitikan. Tak ketinggalan pula anaknya, Daniel dicalonkan sebagai anggota legislatif. Dengar kabar dari teman – teman Indramayu, pengurus Dinas Pendidikan (Disdik) adalah kerabat keluarga Pak Bupati. Waduh… waduh…

Jadi keinget cerita Majapahit di buku Gajah Mada. Yang berhak jadi Raja* eh pemimpin adalah harus keturunan dari sang pemegang tahta.

* Majapahit juga pernah di pimpin ma dua orang perempuan yaitu Sri Gitarja Tribhuanatunggadewi Jayawisnuwardhani dan Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa

Melihat fenomena seperti itu tampaknya sulit bagi aktor / aktris lain untuk bisa maju ke panggung perpolitikan Indramayu. Pengaruh partai bonsai ini terlalu besar, dengan akar – akar yang begitu kuat menghujam bumi. Bonsai yang terlalu rindang akan menghalangi tumbuhnya tunas – tunas lain yang juga ingin membangun Indramayu. Bergeliat sekuat apapun,,, tunas – tunas itu tak akan terlihat ditengah rimbun dedaunan. Kecuali para tunas menemukan cahaya matahari di sela – sela rimbunnya daun sehingga ia bisa tumbuh dengan sempurna.

Hal ini tidak baik bagi regenerasi kepemimpinan di Indramayu, masyarakat seperti dipakaikan kaca mata kuda. Yang dilihat itu – ituuuu saja.. [The Bonsai]. Mereka tidak diberi ruang gerak berfikir untuk bisa melihat dan menilai tunas – tunas lain. Yah… bisa dibilang tidak ada pencerdasan politik yang di berikan oleh pemerintah.

6 responses to “kerajaan Indramayu ???

  1. ya ampun bonsai dimana-mana masih banyak yg percaya ya, padahal mah… hhhh… indahnya bulan sabit dan tunas padi yg berdiri sendirian itu belum bisa terlihat rupanya :p

  2. 37degree : iya euy belom keliatan. Padahal d indramayu banyak padi en kalo malem bulannya bersinar terang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s