Indramayuku Yellow abiZ

Pukul 11.00 aku harus segera ke Masjid Agung! Sesampainya di sana temen – temen alumni Learning Camp Indramayu 2002 – 2007 dah pada ngumpul. Seperti biasa pembukaan oleh ketua kalbu (keluarga alumni bimbel padu Indramayu) dilanjutkan dengan sharing, curhat – curhatan dll. Argghh… acara yang biasa bagi ku. Seperti sebuah rutinitas dikala kumpul bersama. Ngobrolin jarkom yang nggak pernah nyampelah, kalo kalbu ngadain program sedikit yang datenglah… ini lah.. itu lah.. kenapa sih yang di keluhin selalu sama. Ngak ada kemajuan!

Pukul 12.00. Adzan Dzuhur berkumandang. Saking asiknya ngobrol, (meski aku tidak menikmati) sampai – sampai di usir sama DKM nya untuk segera wudlu.

Pukul 13.00. Pak Bupatinya masih sibuk. Ada kunjungan dari Gubernur Jabar ceunah.

Aw..aw.. alamat lama

Pukul 14.30 akhirnya kita berangkat menuju pendopo (jarak antara masjid dan pendopo ngak terlalu jauh). Sesampainya di sanya, kami semakin tidak karuan. Yang foto- foto lah, ngobrol, nyanyi – nyanyi lagu kebangsaan ospek jurusan, ngegelesor di lantai, ngobrol sama penjaga dll. Akhirnya… bagian depan pendopo diisi oleh kursi – kursi hitam. Tampaknya sih acara berbincang dengan Pak Bupati akan di mulai.

Ya!Siaaaap… Satu, dua, tiga! Cklik

Semua orang berpose seanggun dan semanis mungkin di dekat Pak Bupati. Kursi barisan depan dipakai untuk duduk. Kursi di barisan kedua nggak dipake karena orangnya berdiri. Kursi di barisan paling akhir dipakai untuk dinaiki. Kami berpose seperti anak tangga yang tersusun dari kepala manusia.

Jepretan kedua, Novie merangkul ku

Jepretan ke tiga, aku dan Novie mulai bergaya nggak karuan.

Masa bodo…

Ceramah pertama dimulai oleh mantan kepala sekolah Krangkeng intinya

Satu, beliau bangga pada anak – anak alumni Learning Camp. Dua, berkontribusilah minimal bagi sekolah SMA/ SMP almamater

Ceramah kedua dari Pak Bupati. Intinya (yang ku tangkep ya… sayang nggak di rekam)

Satu, saya bangga kepada kalian

Dua, program Learning Camp ini ada karena partai (Lho…!)

Tiga, kalian harus fikirkan masa depan adik – adik kalian jika yang memegang bukan kader (he…?). Bisa jadi program ini tidak akan ada lagi untuk kedepannya.

Empat, program ini ada karena partai (what…?)

Lima, pikirkan masa depan adik – adik kalian (he.. he..)

Tanpa perlu diperintah lagi, wajah – wajah unik bermunculan. Ada yang tiba – tiba ketawa, nyengir kagak berhenti- berhenti. Bilang lucu dengan wajah sinis. Mendengus. Muka bengong. Nanya ke kk angkatan karena emang nggak ngerti atau sekedar memastikan dugaan pribadi. Pura –pura bego… Tampang ceria jadi jutek…

Ha! Kena deh kita dijadiin alat politik ma Beliau. Oh indramayuku… Yellow abis!

4 responses to “Indramayuku Yellow abiZ

  1. Wah kayanya cuma artikel ini yang baru bisa saya kasih koment. Soalnya saya termasuk saksi kunci yang masih hidup, he3x….
    dari segi bahasa sudah bagus, isinya terkesan berani, transparan, ga ada yang ditutup2i tanpa menghilangkan kesan sopan. Tapi sebenernya cerita di atas terkesan unik juga c… Dilihat dari segi politis, jelas ini merupakan blunder bagi si kuning…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s