—Ja- -Uh—

Oktober 14, 2009
walk away

Aku penat mengisi malam – malam ku dengan penyesalan
Aku lelah melalui hari – hari panjang mengenakan topeng
“Tidak apa – apa”
Aku capek menguatkan hati kalau tidak apa – apa!

Lalu kenapa?

Angkara merasuki jiwaku
Memeram hatiku
Membutakan matanya
Gulita

Murka menguasai fikiranku
Melumat otakku
Mematikan pandangannya
Buntu

Apa yang terjadi?

Dia pergi
Satu kalimat ku kirimkan padanya
yang menyakitkannya
dan juga aku

Aku tak bisa mencegahnya
Ku biarkan dia pergi
Aku hanya bisa memandangi punggungnya
Semakin jauh

….

Indramayu 25 September 2009


Hujan hilang Senja hilang

Juni 15, 2009

Hujan kembali membasahi tanah kering. Menghapus debu – debu jalanan yang berkeliaran kesana kemari. Langit senja tak lagi memar memancar. Hanya kelabu abu menggantung di cakrawala.

Hujan menyingkirkan manusia – manusia yang berteduh di bawah langit. Menggiringnya ke kolong atap – atap rumah, jembatan layang dan pepohon rindang. Beruntung bagi yang telah bersiap dengan segala keadaan. Pepatah bilang “Sedia payung sebelum hujan” terlambat sudah bagi yang menyesalinya.

Hujan mulai reda,,,

Jalanan perlahan mulai ramai

Tapi, kemana senja?

Rona jingganya tak semai,,,


Aku meMang tAk SemPurna unTukmu, TaPi…

Juni 8, 2009

Aku memang tak sempurna untukmu. Tapi aku bisa melengkapi hidupmu dengan warnaku. Jika kau putih, aku hitam. Jika kau biru, aku kuning. Maka akan lahir abu – abu dan hijau. Dengan sedikit kemampuan seni mengkombinasikan warna, kau bisa membuat dunia ini menjadi penuh warna. Karena warnamu saja tak akan bisa membuat dunia ini indah, atau warnaku.

Dusta jika kau tak butuh aku. Munafik jika kau meremehkan aku. Allah menciptakan semua mahluknya dengan segala manfaatnya. Tidak ada mahluk yang diciptakan sia – sia. Termasuk aku… Semenjijikan cacing tanah, dia bisa menggemburkan tanah dan mengobati penyakit tipus. Sekejamnya ular, bisanya dapat dijadikan obat penawar.

Ahh…

Aku, kamu ataupun dia memang tak sempurna.

Tapi,,,

Manusia, punya akal

Manusia, punya hati

Aku, kamu ataupun dia memanglah tak sempurna.

Tapi,,,

Manusia bisa berfikir

Manusia bisa merasa

Haruskah pertalian itu putus hanya karena secuil masalah? Haruskan penyelesaian itu adalah dengan memutuskan ikatan yang sudah lama terjalin? Kenapa?? Ayo jawab! Kenapa?! Kau punya akal dan hati! Jawab pertanyaan ku dengan itu?! Atau… hahahaha… akal dan hati kalian sudah tercerabut hingga ke akar – akar?!

Sial…

Apa sih yang kalian pelajari tentang ukhuwah? Persaudaraan? Sok lah, persahabatan atau pertemanan. Yah apapun istilahnya! Tingkatan terendah dalam ukhuwah adalah LAPANG DADA. Itu adalah tingkat TERENDAH! Tidakkah kalian miliki itu? Atau dada kalian sudah sebegitu sempitnya hingga tak cukup lagi ruang untuk udara masuk?

Langkahku gontai menopang jeritan hatiku yang terluka, berdarah. Kepalaku terasa berat menahan bendungan air mata. Bahuku begitu pegal digeranduli ransel yangberisi buku TA, Al-Qur’an, kotak pinsil, USB, dan dompet.

Gang – gang sepi menjadi pelampiasanku. Tersenggal ku tarik nafasku. Kubekap mulutku dengan tanganku. Berharap pintu – pintu rumah tak sekonyong – konyong dibuka oleh tuan rumah. Mungkin ingin sekedar memastikan bahwa yang terisak di jalanan bukan kuntilanak.


Satu Tahun Berlalu

Mei 2, 2009

lg2

Tak terasa waktu bergulir menggantikan setiap detak dan nafas kehidupan menjadi kenangan. Impian dan harapan yang pernah terukir, seakan berlalu melewati terbitnya mentari, menerobos teriknya siang , menghampiri senja diufuk barat dan memasuki gulitanya malam. Semuanya berputar karena waktu terus berjalan. Dan…. impian itu ada yang berwujud,,, ada yang tidak.

Teringat tulisan pertamaku saat pertama kali aku membuat blog ini, 25 April 2009. Ada secuil harapan akan sebuah manfaat yang bisa ku berikan untuk kawan – kawan di dunia maya lewat blog ini.

Aku jadi bertanya – tanya, apakah blog ku ini benar memberikan manfaat? Ataukah sebaliknya?

Tulisan keduaku adalah kutipan yang ku ambil dari sebuah buku ‘Pilar – pilar Asasi‘ karangan Ust. Rahmat Abdullah

Menangislah sebelum tangis tinggal punya satu makna, penyesalan. Menangislah sebelum mereka menangisimu dalam seremoni. Menangislah, karena mata yang aman dari neraka ialah mata yang mengantuk berjaga- jaga di jalan Allah dan mata yang menangis karena takut kepada Nya

Semoga di lembaran yang baru ini aku lebih giat untuk menulis :) [meski masih belajar hehehe...]



Kerudung

April 28, 2009

bw

Malam semakin larut. Ina masih terjaga diatas kasur dipannya. Matanya sulit untuk diajak kompromi. Hanya bisa berbaring menanti datangnya pagi. Rambut ikalnya yang panjang digerai diatas bantal. Jari lentiknya memainkan ujung – ujung rambutnya yang hitam legam. Sekali – kali Ina menarik selimut merah hadiah dari ibunya keatas bahunya. Selimut tebal yang ia kenakan tampaknya tidak cukup membuatnya hangat malam ini. Hujan mengguyur kampungya seharian. Seakan membalaskan dendam setelah berminggu – minggu matahari selalu bersinar terik.

Ina membalikkan badannya menghadap dinding. Cat putih yang memulas rumahnya beberapa sudah ada yang mengelupas, menghitam atau dipenuhi coretan adik – adiknya yang masih berumur 6 dan 4 tahun. Diatasnya tergantung jam dinding bulat dengan gradasi warna merah marun yang ia peroleh dari hasil menabung berminggu – minggu. Ina selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Bukan dari orang tuanya tapi dari usahanya sendiri, apapun itu.

Ina kembali membalikkan badannya menghadap jendela. Diluar badai benar – benar sedang mengamuk. Deburan ombak terdengar kencang memecah bibir pantai. Rumahnya cukup dekat dengan laut, dengan berjalan kaki 10 menit pun sudah sampai. Bola mata Ina bergeser kesamping jendela, memandangai satu setel baju putih abu yang bertengger di punggung kursi belajarnya. Kemeja putih berlengan panjang dan rok abu – abu panjang baru saja Ina setrika sebelum tidur.  Tak ketinggalan jilbab putih dengan bordiran bunga – bunga kecil berwarna biru menambah serasi setelan seragam sekolahnya.

“Serius kamu mau pakai jilbab Na?” tanya ayah.

Ina mengangguk mantap.

Seusai makan malam biasanya Ina dan keluarga berkumpul bersama. Entah itu untuk berdiskusi atau sekedar mengobrol menceritakan kegiatan yang dilalui seharian. Kebiasaan ini dibawa semenjak Ina masih kecil hingga kini ia memeiliki dua orang adik yang lucu – lucu.

“Ibu sih tidak terlalu mempermasalahkan, yang penting kamu jadi anak yang sholeh, ya Na..”

“Aaamiin… ” Seru Ina.

Saat ini Ina telah memasuki tahun keduanya di SMA. Saat itu, peraturan sekolah menegaskan kepada para siswi yang beragama Islam untuk mengenakan jilab pada saat pelajaran agama. Bukan kepalang senangnya hati Ina. Sejak memasuki tahun pertamanya di SMA dia ingin sekali berjilbab. Menutup aurat seperti kawan – kawannya yang mulai berhijab.

Rasa takut dan khawatir tidak bisa mempertahankan jilbabnya menjadi penghalang terbesar baginya. Sering Ina lihat kawan – kawannya yang putri dengan mudahnya melepas jilbab yang dikenakan begitu masuk SMA atau naik kekelas dua. Ina tidak ingin seperti itu.

Meski begitu, sejak tahun pertamanya di SMA, Ina sudah mulai menyicil pakaian – pakaian panjang, seperti seragam sekolah, rok, celana panjang, kaus berlengan panjang juga  jilbab. Jadi ketika sudah berjilbab tidak perlu mendadak beli. “Kasihan ibu ma ayah” batinnya.

Ina kembali menatap langit – langit kamarnya yang terbuat dari serutan bambu, satu persatu dijalin membentuk anyaman kotak – kotak yang bersilangan.

“Ina, kok kerudungnya nggak dipake?” Tanya Dedi

“A..aada kok kerudungnya di rumah” Jawab Ina terbata.

Wajarlah hari ini Ina tidak mengenakan kerudungnya. Tidak ada jadwal pelajaran agama hari ini. Tapi entah kenapa pertanyaan yang sangat sederhana ini membuat Ina benar – benar terpukul dan amat sangat malu. Kenapa niat baik untuk segera berjilbab belum juga terlaksana hingga sekarang.

“Huwaaaa… aku maluuuu” Teriak Ina sambil mendekap bantal.

“Pokoknya, hari esok harus lebih baik dari hari ini! ” Tekad Ina sambil tersenyum.

Hujan telah pergi, tinggalkan gerimis satu – satu. Lantunan riang kodok di empang belakang rumah mulai memeriahkan malam. Jangkrik – jangkrik yang mulanya membisu turut menyumbangkan suara. Akhirnya Ina terlelap diibuai senandung malam yang riang.


Do’a_Chairil Anwar

April 27, 2009

alone

Kepada pemeluk teguh,

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943


Hymne PKS

April 19, 2009

merah_putih1

Partai Keadilan Sejahtera
Permata indah khatulistiwa
Bersih bercahaya
Peduli pada sesama

Partai Keadilan Sejahtera
Putra kebanggaan Indonesia
Tegak keadilan
Sejahteralah bangsaku

Indonesia…
Saksikan langkah kami
Menuju cita – cita pewaris negeri madani

Indonesia…
Lihat barisan ini
Putra bangsa pilihan
Junjung keadilan meraih ridha Illahi


PR dari pipi…heu..heu…

Maret 22, 2009

Beugh! aku di TAG Pipi. Dah lama nggak blog walking tiba – tiba udah kena tag aje. fiuh… yasud lah ya… selamat menjelajah di dunia ku :)

The age of next birth day

duatiga

Place I’d like to travel

japan

A favourite place

HR001877

seneng kalo nangkring or duduk di pinggir/deket  jendela

A favourite food

milk_chocolate_bar

Kelembutan dan manisnya begitu menggoda, meleleh di lidah, teman dikala setresssss….  a-011

sop

Hmmmh… enaknya kalo di makan pas lagi hujan, dengan uap sop yang masih mengepul plus merica yang buanyak…. haaaahhh…. hangatnyaaa…. slurp… a-006

fruit

A favourite thing

bycicle3

pingin keliling- keliling naek sepedaaaa…

gelang

Nick name I had

NIE 2006

Favourite colour

bloom4

College mayor

experiment_in_chemistry

Chem is Try

Name of my love

a-salute-to-mom-dad1

A hobby

kitchen

Bereksperimen di dapur huuuuhuuuu….

walk

A bad habit

sleepy-cat

suka tidur, kapanpun dimanapun hehehehe…

My wish list

backpacker

swim

printinga4

two-rings

child

little-house

Huwaaaah…. capek,,,,

Nah, 7 orang berikutnya yang beruntung adalah…. : [Harus buat loooh, bagi yang kena Tag hehehe... semangat yaaa!]

1. Ulul

2. Anis Kamillah

3. Kak Wadi

4. Euis

5. Ebi

6. Novis

7. Sujarwo


Bersenandung dengan Alam

Maret 15, 2009

window-blind-pulls

Ku pandangi langit melalui jendela di kamarku. Mendung pagi masih menggelayut hingga siang, bahkan semakin tebal. Terangnya sang surya tak mampu menembus pekatnya kelabu. Hanya menyisakan berkas – berkas cahaya temaram. Angin dingin bertiup memainkan ujung – ujung gorden. Melambai perlahan mengikuti hembusan angin kemanapun ia mau.

Kamarku semakin gelap dan dingin. Diujung langit, halilintar bersahut – sahutan memanggil hujan tuk bermain bersama. Menjejak tanah kering yang berdebu. Membasahi dedaunan yang kelabu berdebu. Membersihkan atap kota penuh jelaga. Menghapus jiwa yang kelam bernoda. Meluluhkan amarah yang membara. Mendinginkan hati penuh bara. Menepis duka lara.

Gemericik air sungai selalu menemani hari – hariku, pagi, siang, dan malam. Jika musim kemarau airnya jernih sampai – sampai sampah di dasar sungaipun terlihat. Jika musim penghujan datang, airnya tumpah memenuhi kanal sungai. Warnanya coklat menerjang segala yang ada. Pernah, sebuah rumah di pinggir sungai hanyut terbawa aliran air yang begitu deras. Pohon pepaya yang tumbuh didekatnya seakan terhipnotis dan rubuh tak berdaya terbawa arus.

Jika senja tiba, sinar mentari tak segan menerobos kamarku. Menerjang lemari, tumpukan buku, kertas, meja, kursi, radio… menyisakan berkas jingga yang mewarnai ruang berukuran 2 x 3 meter. Indahnya… hangat terasa membelai wajahku.

Matahari semakin tergelincir ke ufuk barat. Selimut malam mulai dibentangkan menina bobokan alam. Bintang menjadi penerang, petunjuk arah bagi yang tersesat, pengingat dikala rindu, tempat menggantungkan harapan, guru bagi para ilmuwan. Meski mentari tak terlihat, sinarnya masih dapat terlihat melalui sang bulan. Meski tak indah rupanya, tapi sinarnya begitu lembut membelai alam, menerangi semak – semak tempat jangkrik bernyanyi dan menemani katak bermain di air.

Gelap semakin pekat, sunyi merayapi kota – kota yang mulai kelelahan. Lampu – lampu kamar mulai padam, jalan mulai lengang. Pasukan ronda mulai berkeliling. Di zaman yang semakin gila ini jasa mereka begitu berarti, tapi sering terabaikan.

Gemerisik air semakin deras, mungkin karena hujan tadi siang. Kini tinggallah kabut malam yang dingin menyelimutiku. Beku diatas pembaringan. Sendiri, menerawang atap putih. Menjelajah dunia penuh imajinasi.  Menerawang hasrat yang terpendam perih. Mengusik rasa yang sempat singgah, kadang muncul kadang menghilang. Menyentuh dasar hati membangkitkan rindu tak terperi. Entah mengapa ku begini, terkapar dalam buih.

Kupejamkan mataku dan kulihat wajahnya. Tak rupawan tapi menawan. Memenjarakan hatiku di awan. Ya… aku terpenjara, dalam cinta penuh duka. Dalam rindu penuh siksa. Dalam desah penuh harap.

Setidaknya aku masih waras, meski sempat buta karena cinta. Tapi, ada satu cinta diatas cinta… cinta pada Sang Pemilik Cinta.

Hahaha, setidaknya aku bisa mentertawakan diriku. Aku terhanyut dalam nuansa cintaNya. Hidup ini hanyalah senda gurau semata. Akhiratlah tempat yang kekal. Semua kan indah pada saatnya.


Iklan Yance – Kalla

Februari 15, 2009

yance-kalla

Sesungguhnya orang yang paling baik engkau tugaskan adalah orang yang kuat lagi terpercaya (QS:Al – Qashash:26)

Siapa yang mengangkat seseorang untuk suatu jabatan yang berkaitan dengan urusan masyarakat sedangkan ia mengetahui ada yang lebih tepat, maka sesungguhnya dia telah mengkhianati Allah, Rasul dan kaum muslimin (al hadits)

Ucapan selamat diberikan kepada H. IRIANTO MS SYAFIUDDIN atas kepercayaan serta dukungannya oleh Yusuf Kalla selaku ketua umum DPP Partai Golkar. Yusuf Kalla menyatakan bahwa pilihan rakyat Indramayu terhadap H. Iryanto tidaklah salah karena ia adalah pemimpin yang kuat dan dapat dipercaya. Yusuf Kalla mengajak seluruh Rakyat Indramayu untuk terus mempercayakan, mendukung dan memilih pemimpin Indramayu hanya pada Kader Terbaik Paratai Golkar. Sebab kalau tidak, sesungguhnya kita akan termasuk golongan orang yang menghianati Allah dan Rasul, dan kaum muslimin, serta demi terwujudnya Indramayu yang religius, maju, mandiri, dan sejahtera (REMAJA) yang menjadi cita – cita seluruh rakyat Indramayu.

Tampak dalam pernyataan diatas terdapat segelintir ayat Al-Qur’an yang dipelintir sedemikian rupa demi kepentingan sebuah golongan. Begitu pula hadits yang tertulis di atas. Tak ada periwayatnya memang, dan saya sendiri belum mengecek kebenaran hadits tersebut. Ayat Al-Qur’an dan hadits digunakan sebagai bentuk pembenaran bahwa seseorang yang diberi selamat adalah orang yang kuat dan terpercaya dan rakyat harus terus mempercayakan, mendukung, dan memilih kader Golkar. Dengan menggunkaan hubungan sebab akibat, ayat Al-Qur’an dan hadits diterjemahkan sekenanya.

Perpolitikan di Indramayu tampaknya tidak sehat.  Secara tidak langsung masyarakat digiring pemikiranya untuk memilih GOLKAR dalam pemilihan berikutnya (Macam orde baru aje). Rakat seperti dipakaikan kacamata kuda. Padahal ada partai – partai lain yang bisa dijadikan pilihan juga. Golkar memang memiliki ranah politik yang luas di Indramayu, tapi tidak semestinya mereka menutup peluang bagi yang lain untuk maju menjadi yang terpilih.

Bersainglah dengan sehat, fair, sportif… Kalo kayak gini terus bisa bisa Indramayu jadi kerajaan Golkar.